BLOG.FISELLA: Tips
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Monday, September 20, 2021

Mau Buat Melodi yang Memorable? Ini Tipsnya!

 


Menulis lagu merupakan salah satu cara kita mengungkapkan perasaan yang terkadang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata. Senang, sedih, marah, kecewa, semua bisa disampaikan ke pendengar melalui alunan musik yang kita buat. Menulis lagu bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Untuk kamu yang tertarik menulis lagu, kamu bisa baca langkah-langkahnya di artikel Ragu Menulis Lagu Sendiri? Simak Langkah-langkahnya! (Bagian 1).

Pesan dan emosi yang tersampaikan dari suatu lagu tidak terlepas dari pengaruh lirik, melodi, progresi akor, dan iringan musik yang digunakan. Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang penggunaan melodi dalam lagu. Sebenarnya, melodi itu apa, sih? Melodi adalah rangkaian nada dengan pengaturan tinggi-rendahnya pitch dan nilai not (ritme), yang membentuk kalimat dalam sebuah lagu. Melodi menjadi salah satu aspek yang membuat sebuah lagu menjadi memorable. Kita bisa lihat contohnya pada lagu Lady Gaga yang berjudul “Bad Romance”, dimana melodi yang berlirik “Rah, rah-ah-ah-ah, Roma, roma-ma, Gaga, ooh-la-la”, yang menggunakan melodi sederhana yang diulang-ulang, membuat melodinya menjadi sangat memorable bagi kita sebagai pendengar.

Sebelum membahas tips untuk membuat melodi lagu yang memorable, kita bahas dulu cara untuk  membuat melodi lagu, yuk!

Berdasarkan Tangga Nada

Cara yang pertama adalah menggunakan nada-nada dari suatu tangga nada. Sebagai contoh, tangga nada yang digunakan adalah E mayor, maka kita bisa menggunakan nada E, F#, G#, A, B, C#, dan D# sebagai melodi. Jika tangga nada yang digunakan adalah a minor, kita bisa menggunakan nada a, b, c, d, e, f, dan g sebagai melodi.

Berdasarkan Akor

Cara yang kedua adalah menggunakan nada-nada dari suatu akor. Sebagai contoh, akor yang sedang digunakan pada suatu bagian lagu adalah G mayor, maka kita bisa menggunakan nada G, B, dan D sebagai melodi. Jika akor yang sedang digunakan adalah b minor, maka nada b, d, dan f# bisa menjadi opsi untuk dijadikan melodi.

Nah, setelah membahas cara membuat melodi lagu, sekarang kita akan membahas tips-tips untuk membuat melodi lagu yang memorable, yaitu sebagai berikut.

1.    Keep it simple

Buatlah melodi yang simple dan tidak terlalu rumit. Estetika suatu lagu tidak didasarkan pada tingkat kerumitan melodi. Melodi yang rumit belum tentu dapat lebih diterima dibandingkan melodi yang simple. Melodi yang cenderung sederhana akan memudahkan pendengar untuk mencerna dan mengingat melodi.

2.    Repetisi Melodi

Salah satu tips untuk membuat melodi lagu memorable adalah dengan merepetisi melodi tersebut. Sebagai contoh, kita lihat kembali lagu Lady Gaga yang berjudul “Bad Romance”, dimana bagian verse, chorus, dan bridge menggunakan repetisi melodi sebelumnya. Melodi yang digunakan cenderung pendek dan tidak begitu rumit, sehingga memudahkan pendengar untuk mencerna dan mengingatnya. Untuk lebih jelasnya, lihat penjelasan singkat dibawah ini (warna yang sama menandakan repetisi melodi).

Repetisi melodi juga bisa kita kembangkan dengan penambahan sedikit variasi, yang tentunya tidak merubah bentuk dari melodi sebelumnya. Variasi dapat berupa perubahan gerakan melodi, sedikit penggunaan nada lain, variasi ritme, dan penggunaan sinkopisasi.

 

Sama halnya seperti bermain musik, menulis lagu juga perlu latihan. Jika teman-teman tertarik untuk belajar menulis dan memproduksi lagu lebih dalam, teman-teman bisa kunjungi Fisella Music Production Course. Selain Fisella Music Production Course, Fisella Music juga menyediakan layanan Corporation Music Production | Jingle & March dan Original Music Production untuk kebutuhan produksi musik teman-teman. 


Referensi : masterclass.com, musixmatch.com

Foto         : unsplash.com

                    



Monday, September 13, 2021

6 Kesalahan Umum Saat Belajar Piano

 

Tidak ada kemampuan bermain musik yang didapatkan secara instan. Seorang musisi hebat sekalipun pasti sudah melalui proses panjang, sehingga kemampuan mereka dapat terbentuk sedemikian rupa. Dalam proses berlatih musik, kita tidak mungkin luput dari kesalahan, terutama saat pertama kali mempelajari suatu alat musik. Dalam artikel kali ini, saya akan menyebutkan 6 kesalahan umum yang tejadi saat belajar piano. Yuk, kita simak!

1.   POSISI TUBUH
Kesalahan umum yang pertama adalah posisi tubuh yang salah. Ketika bermain piano, tubuh harus dalam keadaan rileks, tidak tegang atau kaku, tidak membungkuk, pundak, lengan, dan pergelangan tidak kaku, serta posisi jari yang tidak terlalu datar tapi juga tidak terlalu melengkung, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.


      Meskipun terdengar sepele, tapi hal ini sangat mempengaruhi kualitas permainan kita, lho!

1. MENGANDALKAN PENOMORAN JARI UNTUK MEMBACA NOT
    Mengandalkan penomoran jari untuk membaca not adalah hal yang salah. Contohnya ada pada gambar berikut.


Not yang tertulis pada gambar diatas adalah C-D-E-F-G yang dimainkan berurutan, dengan jari 1 pada C, jari 2 pada D, dan seterusnya. Jangan memakai penomoran jari untuk membaca not, karena fungsi penomoran jari bukan sebagai alat atau petunjuk untuk membaca suatu not, tapi sebagai panduan untuk mempermudah kita dalam mengatur posisi-posisi jari agar teratur dan tidak ruwet.

MEMBIARKAN KESALAHAN
Seperti salah satu poin yang disebutkan dalam artikel Sudah Rajin Latihan Piano Tapi kok Gini-gini Aja?, melatih suatu lagu tapi membiarkan kesalahan adalah hal yang sia-sia. Terkadang, kita masih terbawa keinginan untuk menyelesaikan lagu dalam waktu singkat, “yang penting jadi”, dan kemudian membiarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi. Satu hal yang harus kita ingat adalah segala sesuatu butuh proses. Jika kita mau kemampuan kita semakin baik, maka kita harus mau berproses dan memperbaiki kesalahan-kesalahan, sehingga kualitas permainan kita dapat meningkat. Ingat ya teman-teman, utamakan kualitas daripada kuantitas!

LANGSUNG BERMAIN DENGAN TEMPO CEPAT
Memainkan lagu langsung dengan tempo cepat adalah suatu hal yang harus dihindari. Hal ini akan menyulitkan kita untuk memperhatikan detail-detail kecil dalam lagu, sehingga kualitas permainan pun terganggu. Latihlah lagu dengan tempo lambat terlebih dulu, kemudian naikkan temponya sedikit demi sedikit apabila kita sudah menguasai permainan dalam tempo sebelumnya, sehingga detail-detail kecil dalam lagu dapat lebih diperhatikan.

MELIHAT TANGAN TERLALU SERING
Seperti yang sudah disebutkan dalam artikel Masih Kesulitan Sight-reading? Ini Tipsnya!, melihat tangan terlalu sering akan mengganggu konsentrasi kita. Sebaliknya, fokuskan pandangan pada partitur, karena sebenarnya tangan kita memiliki muscle memory, yang memungkinkan kita untuk membunyikan nada dengan benar tanpa melihat tuts sekalipun. Boleh saja melihat tangan sesekali, apalagi dalam kasus loncatan nada yang agak jauh, tetapi jangan sampai hal ini mengganggu konsentrasi kita.

MENGESAMPINGKAN TEORI MUSIK
Sebelum mulai berlatih piano, wajib bagi kita untuk memahami teori musik dasar seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel 5 Hal yang Harus Kalian Ketahui Sebelum Membaca dan Menulis Notasi Balok!. Teori musik bagaikan fondasi sebuah bangunan, yang berarti fondasi kita dalam memahami musik. Bermain musik bukan hanya sekedar mendengar dan meniru, tapi juga mengenai pemahaman atas apa yang kita mainkan. Teori musik dasar meliputi nama not, nilai not, time signature, key signature, tangga nada, dan penggunaan tanda aksidental.
 
Latihan musik membutuhkan niat, usaha, dan waktu yang tidak sedikit. Kemampuan bermusik tidak bisa didapatkan secara instan, tetapi membutuhkan proses panjang yang tentunya disertai dengan kesalahan-kesalahan. Satu hal yang perlu kita ingat, bahwa kesalahan merupakan hal yang wajar, karena justru dari situ kita tahu kekurangan kita dan tahu apa yang perlu diperbaiki, sehingga permainan musik kita menjadi semakin baik.  Bagi teman-teman yang tertarik untuk belajar musik, dapat kunjungi Fisella Music CourseFisella Music akan membantu dan mendampingi teman-teman untuk mengenal musik lebih dalam. Tetap SemangArt, dan happy practicing!

Referensi      : skoove.com
Sumber foto : unsplash.com

Saturday, September 11, 2021

Latihan Membaca Tablature Gitar


● Melafalkan tiap fret yang ada pada gitar.
Biasanya pada fretboard gitar, terdapat titik bulat yang biasa disebut position marker. Ini berfungsi untuk memberi tanda agar mudah menjangkau urutan fret yang ingin kita jangkau. Seperti dalam tab gitar, akan ada simbol berupa angka untuk mengarahkan fret ke berapa yang harus ditekan atau open string. Cara menghafalnya juga terbilang cukup mudah, dengan melihat urutan dari neck ke body gitar. Jadi urutannya adalah 3,5,7,9,12,15,17.19, 21, dst.


● Memahami Garis Tab.
Tablature gitar memiliki 6 garis horizontal, dimana hitungannya dari bawah ke atas yang mewakili 6 senar pada gitar. Garis paling bawah adalah E rendah, garis ke dua A, garis ke tiga D, garis ke empat G, garis ke lima B, dan garis ke enam adalah E tinggi.

● Membaca dari Kiri ke Kanan.
Seperti halnya membaca partitur, tablature juga dibaca dari arah kiri ke kanan.

● Melatih Fokus.
Melatih fokus otak dan kejelian mata dalam melihat tab, bisa dimulai dengan memainkan chord-chord dasar yang perintah tabnya memainkan semua senar gitar seperti EM, GM, dll yang tentunya berpindah posisi.

● Menggunakan Metronome.
Penggunaan metronome bertujuan untuk melatih konsistensi kita dalam membaca dan memainkan gitar sesuai petunjuk tab. Ada Baiknya tempo yang digunakan diawali dengan tempo yang lambat, kisaran 60 BPM dan ditambah 5 BPM saat sudah bias menyelesaikan tempo yang sebelumnya.

● Jam Latihan.
Hasil yang baik tentunya didapat dari latihan yang teratur dan konsisten. Untuk seorang pemula, disarankan agar tiap harinya berlatih paling cepat 15 menit untuk pagi dan 15 menit lagi untuk malam. Walaupun terdengar mudah tapi sulit untuk tetap konsisten dalam melakukannya tiap hari. Kuncinya adalah melakukannya hingga menjadi sebuah kebiasaan.

● Tingkatan Tablature.
Jika enam poin di atas sudah dilakukan dengan benar sesuai perintah, tahap yang diperlukan adalah dengan mencari tab gitar yang lebih sulit dari tab sebelumnya guna menguji dan mencari tau takaran kemampuan kita dalam membaca tab.


Semoga apa yang dibagikan bermanfaat untuk teman-teman semua....



Sumber Gambar : bp-guide.id, guitargearfinder.com





Wednesday, September 8, 2021

Hindari 5 Kebiasaan yang Salah pada Mixing bagi Audio Engineer Pemula

 


Lagi-lagi pembahasan soal mixing, sebuah kegiatan dalam meracik suara yang penuh misteri. Bagi pemula mixing audio benar-benar menyenangkan, namun tak jarang pada akhirnya berujung pada kebuntuan dan keputusasaan. Pada artikel ini saya akan membahas 5 kebiasaan yang salah dan wajib dihindari bagi mixing audio bagi engineer pemula.

Monday, September 6, 2021

Nggak Mood Latihan? Ini Tipsnya!

 


Sebagai seorang musisi, latihan adalah sebuah rutinitas yang wajib dilakukan. Seperti pisau yang perlu diasah agar makin tajam, begitu pula dalam kemampuan bermusik. Untuk mendapatkan kemampuan yang semakin baik, dibutuhkan latihan yang konsisten. Tidak bisa dipungkiri, setiap kita pasti pernah merasa jenuh dan malas berlatih. Kalau ada diantara kamu yang saat ini sedang berada di titik jenuh dan malas, tenang saja, wajar kok. Tapi, perasaan jenuh dan malas ini juga tidak bisa dibiarkan terus menerus. Ada beberapa tips untuk mengatasinya, yaitu sebagai berikut.

1. Cari Waktu Latihan yang Paling Cocok

Bagi sebagian orang, pagi adalah waktu latihan yang paling cocok, karena tubuh dan pikiran masih dalam keadaan fresh. Tapi, bagi sebagian orang yang lain, malam justru merupakan waktu latihan yang paling cocok, karena suasana lebih sepi dan mendorong kita untuk lebih fokus. Kamu di tim yang mana? Pagi, siang, sore, atau malam? Cari waktu latihanmu yang cocok ya! Jangan paksakan berlatih pada waktu yang kamu rasa tidak cocok, karena hal itu justru akan menurunkan mood latihanmu.

2. Latih Lagu yang Kamu Suka

Kalau kamu sedang ingin melatih lagu A, latihlah lagu A terlebih dulu. Kalau kamu sedang ingin mematangkan teknik, latihlah teknik terlebih dulu. Buatlah urutan atau list materi yang ingin kamu latih, sehingga kamu lebih terdorong dan bersemangat untuk mulai berlatih.

3. Melihat Video Musik atau Mendengarkan Musik

Terkadang, mood akan terpicu setelah melihat video musik atau mendengarkan musik orang lain. Melihat kemampuan musisi lain akan memotivasi kamu untuk terus berlatih serta mengasah kemampuan dalam bermusik untuk menjadi semakin baik. Kamu bisa melihat video penampilan musisi favoritmu, atau mendengarkan musik grup band favoritmu.

4. Rehat Sejenak

Segala sesuatu yang dipaksakan tidak ada yang baik, termasuk latihan. Kalau sekiranya kamu sudah benar-benar buntu dan merasa tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk latihan, tidak apa-apa. Buatlah perjanjian kepada diri sendiri untuk mengambil beberapa waktu untuk rehat sejenak. Gunakan waktu rehat itu benar-benar untuk me-refresh tubuh dan pikiran. Setelah melewati batas waktu rehat, mulai berlatih lagi ya! Kalau keterusan, itu alasan namanya!

5. Self-reward

Setelah mencapai suatu goal, beri self-reward kepada dirimu sendiri. Ini adalah bentuk apresiasi kepada diri sendiri karena sudah mau berusaha dan melakukan yang terbaik. Bentuk self-reward bermacam-macam, disesuaikan pada kebutuhan masing-masing. Misalnya, setelah selesai latihan kamu baru boleh menonton series, membeli makanan/minuman favorit, main game, dan lain sebagainya.


Menjaga konsistensi latihan memang tidak mudah, dibutuhkan niat dan komitmen yang kuat. Kalau teman-teman ingin belajar musik, Fisella Music Course adalah tempat yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut, bisa cek di Classical Guitar Course & Pop Guitar Course, Electric Guitar Course, dan Piano Klasik/Pop Course.

 

Referensi: Instagram post by @renardieffendi

Sumber foto: flowkey.com

Thursday, August 26, 2021

Sudah Coba Suplemen Ini Belum?

 

Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella
            Picture by : Pixabay

Dalam memainkan musik membutuhkan kemampuan permainan yang tidak hanya sekedar indah didengar namun kemampuan mengontrol tubuh saat bermain musik. Karena teknik yang benar tentu akan diimbangi dengan permainan lagu yang baik pula. Meskipun pada kenyataannya masih ada beberapa pemain yang mengesampingkan suplemen ini dan memilih langsung memainkan sebuah repertoar atau karya lagu lainnya. Suplemen yang dimaksud disini diibaratkan sebagai vitamin atau pemanasan sebelum berolahraga untuk menjaga kestabilan tubuh seseorang dan menurut KBBI suplemen yang berarti melengkapi ini tidak hanya ada di makanan loh. Karena bermain musik juga melibatkan kerjasama tubuh yang diharapkan tidak mudah lelah saat berlatih atau mudah cedera pada bagian tubuh tertentu sehingga tubuh kalian pastinya akan lebih siap untuk berlatih, teman-teman.

Suplemen yang akan dibagikan disini lebih baik disarankan untuk para pemain biola pemula dengan catatan mampu membaca notasi musik dan sudah cukup stabil dalam memainkan tangga nada pada posisi satu serta stabil saat memegang instrumen biola itu sendiri. Tetapi, jangan khawatir bagi kalian yang masih awam sama sekali dengan notasi musik maupun instrumen biola, di akhir artikel ini akan dibagikan juga solusi lain yang bisa kalian coba kok...

Berikut ini beberapa Etude yang bisa kalian coba ;

1.     Franz Wohlfahrt ( 1833 – 1884 )

    Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog FisellaSudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella






















Etude ini dibuat oleh Wohlfahrt yang merupakan guru biola di Jerman tepatnya di Leipzig. Buku ini dicetak dalam dua edisi untuk tingkat elementary violin students. Etude ini memfokuskan teknik pada penjarian dan pergelangan tangan kiri. Kalian bisa mencoba memainkan nomor satu dari buku pertama Wohlfahrt yang memang memaksimalkan terlebih dahulu teknik pada penjarian posisi pertama. Tujuan dari etude ini antara lain menstabilkan pergelangan tangan kiri ( The Left Wrist Very Quiet ) dan menstabilkan penjarian posisi pertama supaya membiasakan jari tidak banyak ikut berpindah-pindah saat berlatih.

2.       Rodolphe Kreutzer ( 1766 – 1831 )
Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella                Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella

Etude ini dibuat oleh Kreutzer yang merupakan komposer penting di sekolah biola, Prancis. Beliau membuat beberapa violin concertos serta opera Prancis. Kalian bisa mencoba berlatih nomor tiga dari buku tersebut. Dalam etude ini kalian bisa mencoba berlatih dengan beberapa teknik bow atau tangan kanan seperti legato 2, legato 3, legato 4, dan legato-staccato meskipun dengan nada yang sama. Hal ini bisa membantu tangan kanan kalian lebih kontrol pada saat memainkan ritme yang asli serta cara ini dapat membantu kalian menghafal melodi dalam lagu tersebut dengan lebih mudah loh...

3.       Heinrich Ernst Kayser ( 1815 – 1888 )


Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella                                  Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella

Etude ini dibuat oleh seorang pemain biola sekaligus pendidik Jerman yang dibagi menjadi tiga buku progresif. Kalian bisa mencoba memainkan nomor satu atau dua dalam buku pertamanya yang berfokus pada penjarian tangan kiri. Dalam halaman tersebut dijelaskan bahwa diharapkan kita mampu menempatkan posisi jari tangan kiri dengan stabil. Terdapat tanda seperti “ ⧅ “ yang bermaksud agar jari kita sudah standby di senar tersebut sehingga waktu berpindah senar, nada dan jari sudah siap. Begitu pula dengan tanda seperti ¹ ⎼⎼  dimaksudkan agar jari satu atau telunjuk tetap ditahan selama satu sampai dua bar selama jari dua dan tiga memainkan bagiannya. Hal tersebut bertujuan serupa dengan etude Wohlfahrt yakni agar jari tidak terlalu banyak berpindah tempat dan stabil di posisi yang sesuai.

Berikutnya merupakan poin terakhir dari artikel ini, seperti yang sudah disampaikan di awal, bagi kalian yang masih cukup awam dengan notasi musik kalian bisa memulainya dengan membaca kumpulan repertoar dalam Suzuki Book Volume 1 (lihat gambar di bawah). Dengan kumpulan lagu yang terbilang familiar serta teknik yang cocok untuk bahan pembelajaran, buku ini sangat mudah didapatkan dan telah tersebar luas. Jadi, jangan takut mencoba ya, pasti kalian akan merasakan hasilnya nanti kok...

Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella                                 Sudah Coba Suplemen Ini Belum? - Gita Seisoria - Blog Fisella
Picture by :


Monday, August 23, 2021

Masih Kesulitan Sight-reading? Ini Tipsnya!

 


Dalam artikel Kuasai 4 Kemampuan Tambahan ini Untuk Menjadi Musisi Profesional sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu kemampuan yang harus kita miliki sebagai seorang musisi adalah sight-reading. Apa itu sight-reading­? Sight-reading adalah kemampuan seseorang membaca partitur musik dan mampu memainkannya secara langsung, tanpa adanya latihan terlebih dulu. Dalam artikel kali ini, saya akan membagikan beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan sight-reading piano. Kira-kira apa aja ya? Mari kita simak.

1.      Menguasai Teori Dasar Musik

Pengetahuan teori dasar musik meliputi nama not, time signature, key signature, ritme, tanda aksidental, dan scale. Hal ini akan menjadi fondasi kita dalam membaca notasi musik. Sebagai contoh, jika key signature sebuah partitur terdapat 2 kres, maka kita dapat langsung mengidentifikasi lagu tersebut dimainkan dalam tangga nada D mayor atau b minor, sehingga not F dan C bisa langsung diidentifikasi menjadi F# dan C#. Begitu pula dengan ritme, kita akan bisa memainkan not beserta nilainya dengan benar tanpa perlu menghitungnya secara matematis terlebih dulu.

2.    Analisis Dulu

     Sebelum bermain, alangkah lebih baik jika kita menganalisis lagunya terlebih dulu, seperti dalam tangga nada apa lagu itu dimainkan, time signature, tanda aksidental, pergantian tempo, dan lain sebagainya. Poin ini juga mencangkup analisis kita terhadap bagian-bagian lagu yang sekiranya sulit, sehingga saat bermain nanti kita tidak akan kaget.

3.      Nyanyikan Lagunya Dalam Hati

Sebelum mulai bermain, bacalah notasinya terlebih dulu, kemudian nyanyikanlah dalam hati. Hal ini akan membantu kita untuk mendapatkan gambaran lagu yang akan kita mainkan nanti.

4.      Menghafal Bentuk Notasi

Salah satu tips untuk meningkatkan kemampuan sight-reading ialah dengan menghafal bentuk notasi. Maksudnya gimana sih? Coba lihat contoh dibawah ini.

Notasi akor diatas akan lebih mudah diidentifikasi jika kita hafal bentuk dan penempatannya. Hal ini berkaitan dengan pemahaman kita mengenai interval (jarak antara satu nada dengan nada lain). Jika kita paham mengenai interval, maka ketika diperhadapkan dengan notasi akor seperti diatas, otak kita akan lebih mudah dan cepat untuk mencerna nama not dan posisinya, sehingga kita tidak perlu lagi mengurutkan satu persatu not dari akor tersebut. Kita bisa melatihnya dengan banyak membaca notasi akor. Contoh kedua adalah sebagai berikut.

Untuk mempermudah pembacaan not pada bass clef¸ jangan membaca setiap not sebagai individu, tetapi bacalah sebagai grup. Rangkaian not G–B–D adalah broken chord dari G mayor, A–C–D adalah broken chord dari D7 balikan kedua, F#-A-D adalah broken chord dari D mayor balikan pertama, dan seterusnya. Jika disederhakanakan menjadi notasi akor akan menjadi seperti gambar berikut.

5.     Tempo

Jangan bermain dengan tempo yang terlalu cepat. Bermainlah dengan tempo yang sesuai dengan kemampuan kita. Tempo yang terlalu cepat akan membuat kita terengah-engah dan tidak siap untuk memainkan not-not berikutnya, serta akan mempersulit ketika kita memainkan bagian lagu yang sulit.

6.      Fokus Pada Partitur

Selama memainkan lagu, fokuslah pada partitur. Minimalisir pandangan pada jari, karena hal ini justru akan mengganggu konsentrasi kita. Tanpa kita sadari pun, sebenarnya jari kita bisa membunyikan not yang tepat tanpa perlu kita lihat terlebih dulu (muscle memory). Sebagai contoh, ketika kita membunyikan nada C dengan jari 1, maka untuk membunyikan nada F kita akan secara otomatis menggunakan jari 4. Dalam beberapa kasus (seperti loncatan nada yang cukup jauh), dibutuhkan latihan lebih.

7.      Keep on Moving

Teruslah membaca dan memainkan lagu sampai lagu itu selesai. Mainkan bagian demi bagian dengan yakin, karena keraguan akan mengganggu konsentrasi kita. Jangan hiraukan sekiranya kita salah membunyikan not, tetapi fokuslah pada bagian lagu selanjutnya.

8.      Latihan

Kunci dari segala sesuatu adalah latihan. Kita bisa mengambil satu lagu secara acak, kemudian menggunakannya sebagai bahan latihan sight-reading. Gunakan materi yang mudah terlebih dulu, lalu tingkatkan dengan materi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Semakin sering kita berlatih, kemampuan kita akan semakin terasah.


Sekian tips yang bisa saya bagikan untuk meningkatkan kemampuan sight-reading, semoga bermanfaat ya!

Photo from: www.unsplash.com


Saturday, August 21, 2021

Kuasai 4 Kemampuan Tambahan ini Untuk Menjadi Musisi Profesional

Kuasai 4 Kemampuan Tambahan ini Untuk Menjadi Musisi Profesional


Mungkin banyak dari kita yang bermimpi menjadi musisi profesional, baik bercita-cita sebagai performer maupun musisi pendukung di balik layar seperti arranger dan penata suara. Namun ada beberapa fakta yang harus teman-teman sadari bahwa ternyata selain memiliki kemampuan utama, seorang musisi profesional juga memiliki kemampuan tambahan yang sebaiknya dikuasai. Berikut adalah 4 kemampuan tambahan untuk menjadi musisi profesional.

Friday, August 20, 2021

Belajar gitar , lebih baik pakai : notasi balok atau tab gitar?

Sebagai gitaris, ada dua jenis partitur. Yang satu menggunakan not balok, yang satunya lagi menggunakan tab gitar. Sebelumnya saya akan menjelaskan definisi keduanya.

Notasi balok adalah sistem penulisan yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.


Sedangkan, tab gitar adalah sebuah metode atau media yang digunakan untuk menulis ataupun membaca permainan gitar dalam bentuk visual atau tertulis. Dalam tab gitar ada garis garis yang mewakili enam senar dalam urutan nada naik, dan angka pada senar tersebut memberi tahu Anda fret mana yang harus dipegang saat memainkan senar itu. Dan ada 2 jenis tab, yang satu tidak ada informasi ketukan, yang satu lagi ada informasi ketukan (ada garis penanda ketukan seperti di notasi balok).

Tab tanpa informasi ketukan :


Tab dengan informasi ketukan :



Sekarang saya akan jabarkan kelebihan dan kekurangan dari notasi balok dan tab gitar.

Kelebihan not balok :

·         Notasi standar memberikan informasi musik yang lengkap, dan beberapa panduan fingering khusus gitar dalam bentuk angka kecil di sebelah not. Petunjuk posisi fretboard ditunjukkan dengan angka Romawi di atas staff. Saat Anda menjadi lebih fasih, Anda dapat membaca dan memainkan musik secara real time yang belum pernah Anda dengar sebelumnya (tentu saja asalkan Anda mampu memainkannya secara fisik).

·         Anda bisa mengetahui nada dari not yang dibunyikan, karena posisi dari notasi balok. Semisal, anda tahu not ini adalah G (dari posisi notasi balok).

Kelemahan not balok :

·         Beberapa teknik gitar, seperti strumming, tidak mudah ditampilkan secara akurat dalam notasi standar.

·         Untuk mempelajari dan menguasai not balok butuh waktu yang tidak sedikit. Dan menghafal posisi gitar dengan not balok butuh latihan yang konsisten.

Kelebihan tab gitar :

·         Tab cukup jelas dan, dalam bentuk dasarnya, dapat dipelajari dalam waktu yang cepat.

·         Bisa mempermudah mengetahui posisi gitar.

Kelemahan tab gitar :

·         Sebuah gitar tunggal dapat memainkan lebih dari satu bagian pada saat yang sama seperti, misalnya, bassline plus melodi. Notasi dapat menunjukkan setiap baris secara terpisah dengan arah batang not (menunjuk ke atas atau ke bawah), tetapi tab tidak dapat menunjukkan ini, bahkan dengan simbol waktu yang disertakan.

·         Tidak ada informasi waktu yang diberikan dalam bentuk tablature yang paling dasar dan umum. Tab dengan informasi waktu memberikan lebih banyak informasi, tetapi agak sulit dipelajari.

Kesimpulan : Semua terserah kepada Anda dan tergantung kebutuhan. Anda bisa pakai tab gitar (tidak wajib belajar notasi balok )untuk belajar fingerstyle untuk for fun, atau ingin belajar strumming. Anda bisa pakai notasi balok jika anda ingin belajar gitar klasik atau jazz, ingin berkarir di music, ingin belajar musik lebih dalam. Anda juga bisa mempelajari keduanya.

Sekian.

Sumber artikel :

https://id.wikipedia.org/wiki/Notasi_musik

https://spinditty.com/learning/Guitar-tablature-versus-standard-music-notation

Foto :

https://www.pexels.com/photo/focused-black-girl-taking-notes-on-paper-6437589/ (Photo by Marta Wave)

https://images.app.goo.gl/9zRdEiFhUXGEGrb16

https://images.app.goo.gl/VdVRL6DSzDyZCmgq8

https://images.app.goo.gl/4s9TyaQLhNHiDL4g8

Thursday, August 19, 2021

Mitos atau Fakta : " Kuku Panjang Berakibat Fatal "


Mitos atau Fakta : " Kuku Panjang Berakibat Fatal " - Gita Seisoria - Blog Fisella

Pernah mendengar tentang " ritual " wajib ini dari para pemain biola di sekitar kalian? Hal yang bisa dibilang cukup sepele ini ternyata ada maksud dan tujuannya sendiri loh... Berbeda dengan gitar klasik yang masih bisa menyisakan kuku mereka dan malah mereka membutuhkannya untuk teknik permainan tertentu. Bisa kalian cek langsung di Jangan Lakukan Hal Ini Pada Gitar Klasik yaa...

Monday, August 9, 2021

Perfect Pitch, Quasi-absolute Pitch, Relative Pitch. Kamu yang Mana?

 


Berbicara soal nada, tidak lepas kaitannya dengan pitch. Apa itu pitch? Pitch adalah kualitas suara yang diatur dengan jumlah getaran, yang menghasilkan efek tinggi dan rendahnya suatu nada. Sebagai contoh, nada A memiliki 440 Hz, yang berarti dibutuhkan 440 getaran per detiknya untuk menghasilkan nada A. Jika kita menambah getarannya menjadi 493.883 Hz, maka nada yang dihasilkan naik menjadi nada B. Sebagai seorang musisi, wajib bagi kita untuk menguasai kepekaan nada (pitch perception). Ada 3 kategori penguasaan kepekaan nada, yaitu sebagai berikut.

PERFECT PITCH
Perfect pitch (atau absolute pitch) adalah kemampuan seseorang yang bisa mengidentifikasi dan menyanyikan suatu atau beberapa  not dengan tepat, tanpa diberikan referensi not sebelumnya. Sebagai contoh, ketika seseorang diminta untuk menyanyikan nada C secara spontan, maka orang tersebut mampu menyanyikannya dengan tepat. Orang dengan kemampuan ini jarang ditemukan, dan dapat dikatakan bahwa kemampuan ini adalah  suatu gift. Tidak semua orang dikaruniai perfect pitch, tapi kamu bisa melatih diri untuk mengenali dan mengidentifikasi suatu not secara lebih akurat. Beberapa kategori yang mengindikasikan seseorang memiliki kemampuan perfect pitch adalah sebagai berikut.
  •   Mendengar lalu langsung mengenali not tanpa diberi referensi not sebelumnya, sekalipun suara yang dihasilkan dari objek-objek non instrumen (suara klakson mobil, bunyi bell rumah, dsb).
  •  Dapat menyanyikan suatu not/lagu dengan pitch yang tepat, tanpa diberi referensi not sebelumnya.
  • Dapat secara langsung mengetahui nada dasar dari suatu lagu dengan tepat.
  • Dapat menyebutkan satu persatu nama dari beberapa not yang dibunyikan serentak. 
Kelebihan memiliki perfect pitch adalah mampu mengidentifikasi not dengan lebih mudah dan cepat, tanpa bantuan alat atau instrumen sekalipun. Hal ini akan mempermudah proses berlatih, mengetahui suatu lagu dimainkan dalam nada yang benar atau tidak, dan membantu ketika melaraskan nada di instrumen. Di sisi lain, seorang perfect pitch akan sangat mudah terganggu kenyamanannya dengan musik yang tidak dimainkan dalam pitch yang seharusnya.

Sebuah studi tahun 2021 “Absolute pitch: an approach for identification of genetic and nongenetic components” menyebutkan, hasil penelitian terhadap 16 dari 20 orang perfect pitch yang berusia 45 tahun keatas akan mengalami penurunan kemampuan perfect pitch mereka, dimana not akan bergeser semi-tone atau bahkan lebih (disebut pitch shift). Seorang peneliti bernama David Huron mengadakan penelitian untuk mencari tahu, apakah ada seorang perfect pitch berusia 60 tahun keatas yang tidak mengalami pitch shift, dan ternyata hasilnya nihil. Akan tetapi, studi lain pada tahun 2016 “Effects of aging on the absolute pitch judgment and frequency following responses of electroencephalograms”  menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara pitch shift dengan mechanical hearing loss yang kerap terjadi akibat faktor penambahan usia.


QUASI-ABSOLUTE PITCH

Berbeda dari perfect pitch yang mampu mengidentifikasi suatu not secara langsung, quasi-absolute pitch dilakukan dengan cara mengingat satu atau beberapa not sebagai patokan. Quasi-absolute pitch dapat dilakukan oleh setiap orang. Ada 2 cara quasi-abolute pitch bekerja, yaitu sebagai berikut.
  • True pitch/instrument-specific absolute pitch, dimana seseorang familiar dengan timbre nada dari instrumen tertentu dan menggunakannya sebagai patokan. Contohnya, clarinet yang memiliki tone color yang berbeda pada tiap nadanya, sehingga klarinetis akan lebih mudah mengingat nada untuk menjadikannya patokan.
  • Heightened tonal memory (HTM), keadaan disaat kita sangat sering mendengar suatu lagu dan secara tidak langsung kita hafal nada dasarnya dengan tepat, lalu menggunakannya sebagai patokan. Sebagai contoh, kita menggunakan lagu Ardhito Pramono “Fine Today” untuk mengingat nada C, lagu The Beatles “Hey Jude” untuk mengingat nada E, dan seterusnya. Peristiwa ini disebut Levitin Effect.

 

RELATIVE PITCH

Relative pitch adalah kategori terakhir, dimana seseorang mampu mengidentifikasi not dengan tepat setelah diberi referensi not sebelumnya. Dengan satu referensi not saja, seorang relative pitch mampu mengidentifikasi not lain, interval, progresi akor, dan relasinya. Sebagai contoh, setelah seorang relative pitch diberi nada C sebagai referensi, maka ia mampu mencari dan menyanyikan nada F dengan tepat. Jika diperdengarkan progresi akor secara langsung, mereka mungkin tidak mampu menyebutkan nama setiap not dengan benar, tetapi mereka dapat menyebutkan progresinya (contohnya progresi I-V-vi-IV-I). Akan tetapi, jika seorang relative pitch terlebih dahulu diperdengarkan nada C sebagai referensi notnya, mereka mampu mencari dan mengidentifikasi anggota not dari akor. Ada beberapa cara untuk melatih relative pitch, yaitu sebagai berikut.

  • Menyanyikan tangga nada secara berurutan dan kemudian diacak.
  • Membunyikan satu not referensi di instrumen, lalu menyanyikan  nada lain dengan interval satu, dua, tiga, dan seterusnya.
  • Menyanyikan not-not yang merupakan anggota dari suatu akor (broken chord).
  •  Mengingat nada dasar dari suatu lagu yang sering dinyanyikan dan menjadikannya patokan untuk menemukan not lain (menggunakan cara kerja quasi-absolute pitch lalu menerapkannya ke dalam relative pitch).

 

Sekian informasi dan tips yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat buat teman-teman ya!

 

Referensi:

Adam Neely on YouTube – Why you DON’T want Perfect Pitch.

https://www.liveabout.com/what-is-perfect-pitch-723911

edomidas.com


Tips

Komposisi Musik

Guitar Presets