Mengenal Konsep Subtractive EQ dan Additive EQ dalam Mixing Audio - BLOG.FISELLA

Rabu, 30 November 2022

Mengenal Konsep Subtractive EQ dan Additive EQ dalam Mixing Audio

Mengenal Konsep Subtractive EQ dan Additive EQ, dan Pentingnya dalam Mixing Audio Blog Fisella - Kursus Mixing Audio

Bagi teman-teman yang sering membuka software editing audio, atau tertarik dengan penataan suara pasti tidak asing dengan Equalizer. Secara detail saya telah menulis penjelasan tentang equalizer pada artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer dan juga tips secara spesifik pada artikel Belajar Audio Mixing - Penempatan EQ Sebelum atau Sesudah Compressor, Mana yang Benar?

Pada artikel sebelumnya saya cenderung sering membagikan tips secara general tentang 3 Hal Penting yang Harus Dipahami untuk Memulai Belajar Mixing Audio dan 5 Langkah Mixing | Fundamental, namun kali ini saya akan membagikan sebuah artikel yang spesifik tentang konsep sebagai selingan. Memang mungkin tidak banyak yang suka mempelajari audio editing hingga tahap fundamental seperti pemahaman akan konsep dasar, namun saya rasa ini akan sangat berguna jika teman-teman nantinya ingin menambah wawasan di tahap yang lebih profesional, karena sering sekali para audio engineer profesional menggunakan istilah dan konsep dasar dalam penjelasannya. Konsep yang akan saya sampaikan kali ini adalah Subtractive EQ dan Additive EQ.


Sebelum melanjutkan artikel, sekali lagi saya sampaikan bahwa ini bukan artikel tips atau teknik mixing, sehingga abaikan saja jika merasa tidak perlu mendalami konsep dasar dalam mixing.


Subtractive EQ dan Additive EQ

Subtractive EQ adalah cara untuk menghilangkan frekuensi yang tidak diinginkan dari sumber audio menggunakan equalizer. Teknik seperti cutting, notching, dan filtering termasuk dalam konsep Subtractive EQ. Kebalikannya, Additive EQ adalah proses meningkatkan frekuensi (boosting) audio yang bertujuan untuk menonjolkan frekuensi yang dipilih.


Pentingnya Subtractive EQ dan Additive EQ dalam Mixing

Pada dasarnya tidak semua frekuensi instrumen dalam proyek mixing audio harus ditonjolkan semuanya. Misal pada konsep substractive EQ dapat kita aplikasikan pada gitar elektrik genre funk, dengan menerapkan low cut pada frekuensi di bawah 100Hz. Lalu pada additive EQ kita sering melakukan boosting pada frekuensi middle dan upper middle bahkan presence pada vokal untuk menampilkan suara vokal ada di depan semua instrumen pengiring.


Ingin Memulai Kursus Produksi Musik Dari Nol? Atau Kursus mixing Mastering? Join di Fisella

Kursus Mixing Mastering dan Music Production Fisella Music Course


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda