Pentingnya Referensi dalam Mixing-Mastering - BLOG.FISELLA®

Jumat, 25 Juni 2021

Pentingnya Referensi dalam Mixing-Mastering

Pentingnya Referensi dalam Mixing-Mastering peter de vries guitar fisella
 
Pembicaraan tentang mixing dan mastering sepertinya tidak akan selesai untuk dibahas dalam semalam. Jika kemarin saya sudah membahas teknis-teknis dasar dalam belajar mixing mastering pada artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan GateBelajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation)Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer, dan Pengertian Sample Rate dan Bit Depth dalam Perekaman Audio Digital, kali ini saya hanya akan memberikan sebuah tips mixing-mastering berupa opini yang patut dipertimbangkan. Topik kali ini tentang sepenting apakah referensi dalam kegiatan mixing-mastering.

Menambah pengalaman mendengar
Mendengarkan banyak karya musik merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh audio engineer. Dengan memiliki banyak referensi maka penata suara mampu memberikan makna pada karya yang akan dikerjakan. Setiap mix dalam sebuah karya memiliki karakter yang unik, dari segi penempatan panning pada track, filter, loudness, dan aspek lainnya. Audio engineer juga memiliki sensitifitas yang berbeda pada masing-masing genre musik, misalnya jika seorang audio engineer memiliki preferensi dan playlist musik heavy metal biasanya jika mengerjakan karya yang bernuansa metal maka sensitifitasnya lebih tinggi. Bagi saya preferensi musik apapun bukan sebuah masalah, saya tetap akan mendengarkan genre tertentu bahkan musik era tertentu untuk menambah pengalaman mendengar saya.


Referensi sebagai panduan audio engineer
Sama halnya dengan desainer grafis, arsitek, videografer, dan pekerja kreatif lainnya, seorang audio engineer sebaiknya mendengarkan referensi yang serupa denga karya yang akan di mix. Tanpa referensi saya yakin para pekerja kreatif seperti audio engineer akan berpikir meluas dan tidak terarah, sehingga salah satu cara untuk mempersempit dan memfokuskan diri adalah dengan menggunakan referensi.


Menjawab ekspektasi klien
Hal terpenting yang wajib diingat adalah ekspektasi klien dan ekspektasi audio engineer pasti berbeda. Untuk menyamakan persepsi ada baiknya untuk menunjukan referensi pada klien bahwa karyanya akan digarap menyerupai referensi tersebut. Dengan demikian maka akan mengurangi beban revisi yang fatal karena perbedaan ekspektasi pada kedua pihak. Jika di awal klien dan audio engineer sudah sepakat dengan referensi tertentu dan pada akhirnya klien tiba-tiba ingin mengubah hasil mix karyanya dengan referensi yang lain, maka audio engineeer memiliki alasan yang kuat untuk mengingatkan kesepakatan bahkan meminta bayaran extra.

Picture by Clem Onojeghuo, Unsplash

Baca Juga

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda