Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan Gate - BLOG.FISELLA

Friday, May 14, 2021

Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan Gate

 

Belajar Mixing Audio - Audio Dynamic Processing dan Mengenal Dynamic Compressor Fisella Music Peter de vries Guitar

Setelah kita mengenal Frequency Range dan EQ dalam artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer dan mempelajari Time Based Processing di artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation), berikutnya kita akan membahas tentang dinamika. Audio Dynamic Processing merupakan sebuah aspek yang terpisah dan penting untuk dipahami. Maka dari itu di artikel kali ini Tim Fisella akan membahas secara mendetail.


Dynamic range

Saya yakin teman-teman masih ingat rentang frekuensi dan segmentasinya pada artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer. Pada pembahasan Audio Dynamic Processing, rentang dinamika atau sering disebut dynamic range juga harus kita pahami. Rentang dinamika adalah interval dari suara terpelan dan terkeras dalam sebuah mix. Misal dalam sebuah combo band terdapat instrumen X dengan level sebesar -2dB, dan terdapat instrumen Y dengan level +4dB maka range 6dB. Konsep lain dari rentang dinamika juga dapat dilihat dari masing-masing instrumen atau microphone. Misal terdapat sebuah microphone, maka rentang dinamika microphone tersebut dihitung dari floor noise (noise bawaan dari microphone) hingga peak (level teratas microphone dapat merekan audio, ditandai dengan suara pecah atau clip di audio interface). Dinamika dalam penataan suara pastinya tidak lepas dari fungsi pendengaran manusia dimana ilmu fisika bunyilah yang kemudian menjadikannya rasional sehingga saat ini kita dapat mengolah dinamika dalam sistem analog dan digital. Dalam hal mixing audio atau penataan suara, pengaturan dinamika menggunakan tools yang disebut dynamic compressor dan umumnya sudah terdapat pada software digital audio workstation.


Pahami Tipe Dynamic Effect

Compressor, tugasnya adalah menyeimbangkan sinyal audio dengan mengurangi sinyal terkeras dan menambah sinyal terpelan pada track sesuai dengan rasio yang ditentukan.

Limiter, serupa dengan compressor namun rasionya diatas 10:1 dan attack time yang sangat cepat. Efek ini cenderung dipakai pada kegiatan live untuk mencegah kerusakan sound system.

Gate, menjaga sinyal audio sesuai threshold yang ditentukan, misal gate disetting pada -2dB, maka sinyal audio dibawah atau sama dengan -2dB tidak akan dikeluarkan pada output. Gate juga berfungsi untuk mengurangi background noise dr hasil recording dan membersihkan bocoran instrumen lainnya, misalnya dalam perekaman drum, gate digunakan untuk mereduksi bocoran suara hi-hat pada perekaman snare.

Expander, memiliki fungsi yang berkebalikan dengan compressor, penggunaan expander membuat dynamic range terasa lebih luas.


Elemen Compressor

Threshold adalah titik level untuk menandakan kompresor mulai bekerja. Misal threshold ditempatkan pada -15dB artinya sinyal audio diatas -15dB akan dikompres.

Ratio adalah seberapa besar kompresor mengurangi level tersbut, disebut ratio karena pengurangannya dengan sistem perbandingan, misal ratio disetting pada 2:1 maka jika terdapat 2dB diatas threshold maka hanya akan terdengar 1dB saja.

Attack adalah seberapa cepat kompressor bekerja saat sinyal melewati threshold yang memiliki satuan milisecond.

Release merupakan waktu yang dibutuhkan untuk compressor berhenti bekerja saat level audio sudah tidak melebihi level threshold.

Make up gain, berfungsi untuk mengembalikan gain dari audio yang sudah terkompres akibat penggunaan elemen-elemen kompresor diatas.


Elemen Gate

Threshold, dalam efek gate threshold merupakan titik level untuk menentukan kapan gate aktif (buka/tutup gate), jika sinyal lebih besar dari threshold maka gate akan terbuka dan sinyal audio terdengar, namun saat sinyal audio dibawah threshold maka gate tertutup dan sinyal audio tidak terdengar.

Attack, seberapa cepat gate terbuka, dan Release, seberapa cepat gate tertutup

Hold, menentukan waktu gate terbuka saat sinyal audio sudah dibawah threshold

Range, digunakan untuk mengontrol pengurangan sinyal oleh gate pada audio di bawah threshold


Pembahasan tentang limiter dan expander terpisah pada artikel berikutnya.


Bagi teman-teman yang ingin belajar tentang Mixing-Mastering Audio, Fisella Music Course menawarkan kursus Mixing-Mastering dengan menggunakan DAW FL Studio. Pembelajaran dilakukan secara online dengan sistem private.

Belajar Mixing Audio - Frequency Range dan Mengenal Equalizer peter de vries guitar fisella music production

Picture by @sringalleman Unsplash

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda