Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation) - BLOG.FISELLA®

Jumat, 07 Mei 2021

Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation)

Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation) fisella music blog fisella peter de vries guitar .jpg


Setelah belajar tentang Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer pada artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang dimension & rime based processing dalam proses mixing. Saya yakin rekan-rekan tidak begitu awam jika mendengar tentang istilah reverb, delay, dan modulation. Ketiga hal yang telah saya sebutkan tadi merupakan pembahasan mengenai dimension & time based processing. Mari kita bahas secara mendetail.

Dimensi dalam kegiatan mixing bisa diartikan sebagai kesan meruang pada audio. Kesan meruang ini dapat terekam ketika kita melakukan rekaman dengan microphone, karena pada dasarnya kita selalu merekam sumber suara dan ruangannya. Namun pada kegiatan mixing biasanya audio engineer akan menambahkan reverb emulator, delay, modulation. Dimensi membuat track/mix lebih lebar dibandingkan file audio mentahnya. Alasan penambahan reverb emulator, delay, modulation adalah membuat sebuah audio menjadi lebih natural secara dimensi, membuat lagu lebih lebar/besar, efek jarak pada instrumen, dan membuat lebih menarik untuk didengar. 


Perbedaan Reverb, Delay, dan Modulation dan Parameternya

Reverb merupakan pantulan suara saat sumber suara beradaada di suatu ruang, kemudian indra pendengaran menganalisa bentuk dan luas ruangan. Bahkan Merriam Webster Dictionary mengartikan reverb sebagai efek gema yang diproduksi secara elektronik dalam rekaman musik. Nah, untuk memahami tentang reverb, kiya harus mengetahui parameter apa saja yang ada di dalam reverb emulator pada DAW. Berikut adalah parameter reverb emulator

  • Karakter, terdapat beberapa karakter reverb yang dapat kalian coba rasakan, karakter reverb tersebut adalah hall, room, chamber, plate, spring, dan masih banyak custom presets yang dimiliki oleh plugins reverb dalam DAW.
  • Decay time, lama ekor reverb sampai reverb menghilang dari pendengaran kita.
  • Pre-delay, memisahkan sumber suara dengan suara pantulannya, pre-delay membuat suara memilijki attack dan membuat suara terdengar lebih jelas.
  • Mix (dry/wet), keseimbangan atau ketebalan sumber suara dengan reverb.


Delay adalah efek yang membuat sinyal input yang masuk, dikeluarkan lebih lama berdasarkan  delay time yang ditentukan, banyak delay dikontrol dengan parameter yang disebut feedback. Beberapa tipe delay yang harus dipahami adalah :

  • Haas effect  <40ms untuk menebalkan suara.
  • Short delay (40-150ms) memberikan efek double tracked pada instrumen.
  • Medium delay (150-400ms) memberi efek ruangan sekitar sumber suara.
  • Long delay (400-1000ms) membuat audio menjadi lebih unik dan menarik.
  • Stereo delay memberikan output delay berbeda pada kanan dan kiri
  • Pingpong, delay yang memantul dari kanan ke kiri atau sebaliknya
  • Tape delay, replika analog delay dengan tape machine


Sama seperti pembahasan reverb, kita harus mengetahui parameter yang ada dalam efek delay pada plugins di DAW kita, berikut pembahasannya

  • Delay time, mengatur durasi delay dalam satuan milisecond (milidetik) atau ketukan yang disesuaikan dengan tempo, satuan dengan ketukan disebut dengan step length (menggunakan not penuh, not setengah, not seperempat, variasi dotted noted, dan lainnya).
  • Feedback digunakan untuk mengatur pengulangan delay.
  • Mix (dry/wet) mengatur keseimbangan sumber suara dngn delay


Modulation adalah efek untuk menambahkan motion dan depth yg kompleks pada suara misal seolah-olah audio berada ada di air, terdapat beberapa tipe modulation effect, antara lain,

  • Phaser, mencancel frekuensi dengan memindahkan fase untuk menciptakan efek meruang yang unik.
  • Flanger, menduplikasi sinyal input dan memberi delay pendek 0,1-5ms memberi efek sweeping.
  • Chorus, serupa dengan flanger namun delaynya 5-25ms.
  • Tremolo,  perubahan volume berulang.
  • Vibrato, perubahan nada berulang.

Modulation effect memiliki parameter yang lebih kompleks.

Bagi teman-teman yang ingin belajar tentang Mixing-Mastering Audio, Fisella Music Course menawarkan kursus Mixing-Mastering dengan menggunakan DAW FL Studio. Pembelajaran dilakukan secara online dengan sistem private.

Belajar Mixing Audio - Frequency Range dan Mengenal Equalizer peter de vries guitar fisella music production


Picture by @ttcollect Unsplash
Baca Juga

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda