Belajar Mastering Audio : Mengenal Pengukuran Audio Loudness - Perbedaan True Peak, RMS, LUFS - BLOG.FISELLA®

Minggu, 02 Juni 2024

Belajar Mastering Audio : Mengenal Pengukuran Audio Loudness - Perbedaan True Peak, RMS, LUFS

 Cara Mengukur Audio Loudness - Perbedaan True Peak, RMS, LUFS

Kita semua suka musik, kan? Tapi, pernah nggak sih kepikiran gimana sih cara kita dengerin musik itu? Apa yang bikin suara dari lagu favorit kita terdengar "pas" di telinga kita? Nah, di balik dunia musik yang seru ini, ada konsep-konsep teknis yang seringkali kita lewatin, salah satunya adalah pengukuran audio loudness. Tapi saya akan membahasnya dengan analogi yang sangat sederhana, simak detailnya berikut ini.

TRUE PEAK

Oke, mari kita kupas satu per satu. Pertama-tama, ada yang namanya True Peak. Jadi, True Peak ini sebenernya adalah titik tertinggi dari sinyal audio yang sebenernya terjadi di dunia digital, dan ini penting banget buat kita yang dengerin musik lewat perangkat digital. Misalnya, kalo kita dengerin lagu di Spotify atau YouTube, True Peak ini bisa memastikan bahwa suara dari lagu itu nggak bakal "clip" atau distorsi pas di speaker atau headphone kita. Jadi, bisa dibilang, True Peak ini ngebantu banget buat kita biar dengerin musik dengan kualitas yang lebih baik.


RMS (Root Mean Square)

Selanjutnya, kita punya yang namanya RMS, singkatan dari Root Mean Square. Jadi, RMS ini lebih ke arah ngukur rata-rata dari tingkat volume suatu audio. Kalo di analogiin sama kehidupan sehari-hari, RMS ini kayak ngukur seberapa keras kita ngomong rata-rata selama sehari. Nah, dengan ngukur RMS, kita bisa dapet gambaran lebih jelas tentang seberapa "lantang" suatu lagu sebenernya, bukan cuma pas di titik tertingginya aja. Jadi, ini bisa ngebantu kita buat ngatur volume saat dengerin musik biar lebih nyaman di telinga.

LUFS (Loudness Units Full Scale)

Terakhir, ada yang namanya LUFS, singkatan dari Loudness Units Full Scale. Analoginya begini nih, kita memiliki sekelompok teman yang suka berteriak dengan keras saat berbicara. Masing-masing dari mereka memiliki tingkat kekerasan suara yang berbeda-beda tuh. Kadang-kadang, salah satu dari mereka akan berteriak begitu keras sehingga membuat telinga kita terasa sakit, sementara yang lain berbicara dengan suara yang lebih lembut. Nah, pengukuran LUFS itu seperti alat yang membuat semua temanmu tadi berbicara dengan intensitas suara yang sama, meskipun teriakan tiap orang berbeda, suara mereka tetap terdengar seimbang dan tidak ada yang terlalu mencolok. Dengan begitu, kita tidak lagi terkejut oleh teman yang tiba-tiba berteriak dengan sangat keras, dan kita bisa lebih nyaman mendengarkan percakapan mereka tanpa harus selalu siap untuk loncat karena suara yang tiba-tiba terlalu keras.


Belajar Lebih Dalam Lewat Sumber Terpercaya

Tapi, tunggu dulu, ada satu pakar audio yang keren banget yang bisa ngebahas topik ini dengan lebih mendalam. Dia adalah Bob Katz, seorang mastering engineer dan penulis buku "Mastering Audio: The Art and the Science". Bob Katz ini udah terkenal banget di dunia audio karena pengetahuannya yang luas tentang mastering dan teknik-teknik audio lainnya. Jadi, kalo kamu penasaran lebih dalam tentang pengukuran audio loudness, coba cari info dari Bob Katz deh, pasti kamu bakal dapet banyak insight menarik dari beliau!

Bimbingan Mixing-Mastering di Fisella®

Buat kamu yang pengen belajar lebih lanjut dan diajar oleh pengajar profesional kalian bisa ambil kursus di Fisella yang menawarkan Kursus music production, mixing-mastering, atau FL Studio di Fisella itu nggak cuma belajar teori aja, tapi langsung praktik dengan materi real project! Bayangin deh, kamu bisa belajar langsung dari para ahli yang udah punya pengalaman bertahun-tahun di industri musik.

Jadi, kalo kamu bener-bener pengen jadi yang terbaik di dunia produksi musik, jangan ragu buat gabung ke kursus di Fisella. Kapan lagi bisa belajar dari para ahli dan dapet ilmu sekeren ini? Jangan sampe ketinggalan, daftar sekarang juga dan mulai perjalananmu menuju kesuksesan musik! Trust me, you won't regret it

Baca Juga

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda