Mengenal Leitmotif Dalam Film: Bagian I - BLOG.FISELLA

Selasa, 23 Maret 2021

Mengenal Leitmotif Dalam Film: Bagian I

 


Bicara tentang musik film, tentu tidak lepas dari istilah leitmotif. Beberapa film menggunakan leitmotif dalam musiknya dan tak jarang menjadi bagian yang sangat diingat penonton. Leitmotif secara singkat dapat didefiniskan sebagai sebuah motif yang dimainkan secara berulang dalam sebuah komposisi. Teknik leitmotif sebenarnya berasal dari musik era Romantik. Teknik ini dapat membantu komposer untuk mengembangkan karakter dan memunculkan emosi tertentu. Komposer era romantik yang sangat berpengaruh bagi musik film Hollywood saat ini adalah Richard Wagner, yang mana menggunakan banyak motif yang berbeda untuk mendukung alur naratif. Wagner memang dikenal sebagai komposer dengan karya-karyanya yang dramatis. Meskipun begitu, komposer musik film kini menghadapi tantangan lain bukan hanya tentang alur naratif namun juga mengembangkan elemen visual dan musik, membentuk mood dan juga meningkatkan dampak emosional dari sebuah adegan. 

Leitmotif (kadang disebut juga leitmotiv) dapat menggambarkan suatu karakter, situasi, objek, atau ide tentunya melalui motif-motif musikal. Motif musikal dapat berupa harmoni, melodi, ritmis, atau ketiganya. Leitmotif ini dapat dikembangkan dari segi orkestrasi, dinamik, bahkan tekstur namun perlu diingat leitmotif harus tetap stabil dan mudah didengar audiens.

Richard Wagner merupakan seorang komponis musik romantik yang lahir di Leipzig, Jerman pada 22 Mei 1813. Selain komponis, ia juga seorang pakar teori musik dan penulis, namun karya yang paling terkenal adalah karya operanya. Istilah leitmotif mulai dikenal melalui karya Wagner yakni Wort-Ton-Dramas. Meskipun begitu, Wagner bukanlah orang yang memperkenalkan istilah leitmotif. Istilah ini diadopsi dari Festival Bayreuth pada tahun 1876 dimana Hans von Wolzogen mengilustrasikan motif dari karya Wagner. Ia mempopulerkan konsep ‘leading motif’. Dalam karya ‘Oper und Drama’, Wagner mengkritik Wolzogen mengenai presentasinya tentang leitmotif yang hanya berfokus pada efek dramatis. Wagner sendiri ingin lebih menekankan tentang motif utama atau tema utama. Ia lebih peduli tentang bagaimana seseorang dapat mencapai kesatuan muikal dalam opera dan struktur musikal yang logis dalam sebuah simfoni. Bagi Wagner, penggunaan motif adalah sarana untuk mentransfer motif dramatik dari sebuah alur atau plot menjadi sebuah ekspresi dalam musik.  


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda