BLOG.FISELLA: Tips
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Agustus 2021

Mitos atau Fakta : " Kuku Panjang Berakibat Fatal "


Mitos atau Fakta : " Kuku Panjang Berakibat Fatal " - Gita Seisoria - Blog Fisella

Pernah mendengar tentang " ritual " wajib ini dari para pemain biola di sekitar kalian? Hal yang bisa dibilang cukup sepele ini ternyata ada maksud dan tujuannya sendiri loh... Berbeda dengan gitar klasik yang masih bisa menyisakan kuku mereka dan malah mereka membutuhkannya untuk teknik permainan tertentu. Bisa kalian cek langsung di Jangan Lakukan Hal Ini Pada Gitar Klasik yaa...

Senin, 09 Agustus 2021

Perfect Pitch, Quasi-absolute Pitch, Relative Pitch. Kamu yang Mana?

 


Berbicara soal nada, tidak lepas kaitannya dengan pitch. Apa itu pitch? Pitch adalah kualitas suara yang diatur dengan jumlah getaran, yang menghasilkan efek tinggi dan rendahnya suatu nada. Sebagai contoh, nada A memiliki 440 Hz, yang berarti dibutuhkan 440 getaran per detiknya untuk menghasilkan nada A. Jika kita menambah getarannya menjadi 493.883 Hz, maka nada yang dihasilkan naik menjadi nada B. Sebagai seorang musisi, wajib bagi kita untuk menguasai kepekaan nada (pitch perception). Ada 3 kategori penguasaan kepekaan nada, yaitu sebagai berikut.

PERFECT PITCH
Perfect pitch (atau absolute pitch) adalah kemampuan seseorang yang bisa mengidentifikasi dan menyanyikan suatu atau beberapa  not dengan tepat, tanpa diberikan referensi not sebelumnya. Sebagai contoh, ketika seseorang diminta untuk menyanyikan nada C secara spontan, maka orang tersebut mampu menyanyikannya dengan tepat. Orang dengan kemampuan ini jarang ditemukan, dan dapat dikatakan bahwa kemampuan ini adalah  suatu gift. Tidak semua orang dikaruniai perfect pitch, tapi kamu bisa melatih diri untuk mengenali dan mengidentifikasi suatu not secara lebih akurat. Beberapa kategori yang mengindikasikan seseorang memiliki kemampuan perfect pitch adalah sebagai berikut.
  •   Mendengar lalu langsung mengenali not tanpa diberi referensi not sebelumnya, sekalipun suara yang dihasilkan dari objek-objek non instrumen (suara klakson mobil, bunyi bell rumah, dsb).
  •  Dapat menyanyikan suatu not/lagu dengan pitch yang tepat, tanpa diberi referensi not sebelumnya.
  • Dapat secara langsung mengetahui nada dasar dari suatu lagu dengan tepat.
  • Dapat menyebutkan satu persatu nama dari beberapa not yang dibunyikan serentak. 
Kelebihan memiliki perfect pitch adalah mampu mengidentifikasi not dengan lebih mudah dan cepat, tanpa bantuan alat atau instrumen sekalipun. Hal ini akan mempermudah proses berlatih, mengetahui suatu lagu dimainkan dalam nada yang benar atau tidak, dan membantu ketika melaraskan nada di instrumen. Di sisi lain, seorang perfect pitch akan sangat mudah terganggu kenyamanannya dengan musik yang tidak dimainkan dalam pitch yang seharusnya.

Sebuah studi tahun 2021 “Absolute pitch: an approach for identification of genetic and nongenetic components” menyebutkan, hasil penelitian terhadap 16 dari 20 orang perfect pitch yang berusia 45 tahun keatas akan mengalami penurunan kemampuan perfect pitch mereka, dimana not akan bergeser semi-tone atau bahkan lebih (disebut pitch shift). Seorang peneliti bernama David Huron mengadakan penelitian untuk mencari tahu, apakah ada seorang perfect pitch berusia 60 tahun keatas yang tidak mengalami pitch shift, dan ternyata hasilnya nihil. Akan tetapi, studi lain pada tahun 2016 “Effects of aging on the absolute pitch judgment and frequency following responses of electroencephalograms”  menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara pitch shift dengan mechanical hearing loss yang kerap terjadi akibat faktor penambahan usia.


QUASI-ABSOLUTE PITCH

Berbeda dari perfect pitch yang mampu mengidentifikasi suatu not secara langsung, quasi-absolute pitch dilakukan dengan cara mengingat satu atau beberapa not sebagai patokan. Quasi-absolute pitch dapat dilakukan oleh setiap orang. Ada 2 cara quasi-abolute pitch bekerja, yaitu sebagai berikut.
  • True pitch/instrument-specific absolute pitch, dimana seseorang familiar dengan timbre nada dari instrumen tertentu dan menggunakannya sebagai patokan. Contohnya, clarinet yang memiliki tone color yang berbeda pada tiap nadanya, sehingga klarinetis akan lebih mudah mengingat nada untuk menjadikannya patokan.
  • Heightened tonal memory (HTM), keadaan disaat kita sangat sering mendengar suatu lagu dan secara tidak langsung kita hafal nada dasarnya dengan tepat, lalu menggunakannya sebagai patokan. Sebagai contoh, kita menggunakan lagu Ardhito Pramono “Fine Today” untuk mengingat nada C, lagu The Beatles “Hey Jude” untuk mengingat nada E, dan seterusnya. Peristiwa ini disebut Levitin Effect.

 

RELATIVE PITCH

Relative pitch adalah kategori terakhir, dimana seseorang mampu mengidentifikasi not dengan tepat setelah diberi referensi not sebelumnya. Dengan satu referensi not saja, seorang relative pitch mampu mengidentifikasi not lain, interval, progresi akor, dan relasinya. Sebagai contoh, setelah seorang relative pitch diberi nada C sebagai referensi, maka ia mampu mencari dan menyanyikan nada F dengan tepat. Jika diperdengarkan progresi akor secara langsung, mereka mungkin tidak mampu menyebutkan nama setiap not dengan benar, tetapi mereka dapat menyebutkan progresinya (contohnya progresi I-V-vi-IV-I). Akan tetapi, jika seorang relative pitch terlebih dahulu diperdengarkan nada C sebagai referensi notnya, mereka mampu mencari dan mengidentifikasi anggota not dari akor. Ada beberapa cara untuk melatih relative pitch, yaitu sebagai berikut.

  • Menyanyikan tangga nada secara berurutan dan kemudian diacak.
  • Membunyikan satu not referensi di instrumen, lalu menyanyikan  nada lain dengan interval satu, dua, tiga, dan seterusnya.
  • Menyanyikan not-not yang merupakan anggota dari suatu akor (broken chord).
  •  Mengingat nada dasar dari suatu lagu yang sering dinyanyikan dan menjadikannya patokan untuk menemukan not lain (menggunakan cara kerja quasi-absolute pitch lalu menerapkannya ke dalam relative pitch).

 

Sekian informasi dan tips yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat buat teman-teman ya!

 

Referensi:

Adam Neely on YouTube – Why you DON’T want Perfect Pitch.

https://www.liveabout.com/what-is-perfect-pitch-723911

edomidas.com


Minggu, 08 Agustus 2021

Harus Lewati 10.000 Jam Dulu, Baru Jago Main Alat Musik

Menurut Malcolm Gladwell di dalam bukunya “Outliners” : “untuk menjadi ahli, seseorang perlu melakukan kegiatan yang ditekuninya itu selama 10.000 jam”, Gladwell mencontohkan Bill Gates sudah coding 10.000 jam sebelum akhirnya melahirkan Microsoft, dan The Beatles sudah manggung 10.000 jam di bar-bar kecil sebelum akhirnya terkenal. Sepuluh ribu jam itu, kalau dikonversi pada kegiatan 5 jam/per hari, maka kita membutuhkan 2 ribu hari. Kalau dijadikan tahun ( seminggu 5 hari, 1 tahun=260  hari), hasilnya adalah 7,7 tahun.

Gimana , dah mau nyerah sekarang? 

No! Jangan down duluan ya,tentu ada yang namanya proses untuk 10.000 jam itu, faktanya ada sebuah riset untuk memulai hal baru ,keahlian baru termasuk bermain alat musik misal gitar , untuk bermain beberapa chord dasar , basic struming, dll, rata rata hanya perlu 20 jam yang konsisten kok, itu sudah sangat bisa untuk mengiringi lagu lebih dari 50 lagu, coba googling “73 Songs You Can Play With The Same For Chord” ada kok daftar lagu hanya dengan 4 chord, dari yang tidak bisa sama sekali, dengan modal kurang lebih 20 jam dan bisa beberapa chord, bisa mengiringi lagu lebih dari 50 lagu,kelihatan keren bukan? Tapi tentu yang dikatakan “Jago”, ahli, dan mungkin seperti pemain musik idola kita, atau menang kompetisi tertentu dan yang pasti tiap orang berbeda beda, tapi pertama tama sebelum ngomongin jago kita harus mau mulai dulu, ingat karena seorang ahli di suatu bidang pasti pernah menjadi seorang amatir di masa awal ia memulainya. 


Sebenarnya hukum 10.000 jam ini tidak serta merta dan banyak faktor dan miskonsepsi di dalamnya seperti yang kita tahu ada faktor bakat juga dalam kesuksesan pemain musik, musikalitas, faktor fisik dan motorik, latihan dengan efektif seperti yang ada di artikel sebelumnya tentang tips tips latihan yang efektif Sudah Latihan Hari ini? , Sudah Rajin Latihan Piano Tapi kok Gini-gini Aja?, dan juga yang tidak kalah pentingnya faktor kesehatan, karena percuma kan kita latihan 8 jam sehari demi mencapai 10.000 jam tapi itu malah membuat cidera dan tidak bisa bermain alat musik dengan baik lagi.


Walaupun tidak tahu derajat kebenaran dari hukum ini, aku suka spiritnya bahwa keberhasilan adalah buah ketekunan dan kerja keras, bukan sebuah hal datang dengan tiba-tiba dan bisa diperoleh secara instan. Bahkan pada orang-orang yang berbakat sekalipun, keahliannya baru akan berkilau setelah diasah dengan proses yang tak sebentar itu.

 


Picture by @alxstls Unpash


Sabtu, 07 Agustus 2021

3 Hal Penting yang Harus Dipahami untuk Memulai Belajar Mixing Audio

 

Darimana Saya Harus Memulai Belajar Mixing-Mastering?

Ngobrolin tentang kerumitan mixing audio memang nggak akan ada habisnya. Belajar dari video tutorial, ikut berbagai seminar, diskusi dengan banyak audio engineer, hasilnya tetap nggak paham. Nah, kalau kalian pernah ngalamin seperti ini, kalian nggak sendirian kok. Sama seperti ilmu lainnya, kemampuan meracik audio (mixing) memerlukan proses yang cukup panjang, kesabaran, ketelitian, dan kegigihan untuk terus berlatih. Kalau sebelumnya kita sudah ngebahas  audio mixing secara teknis pada artikel Belajar Audio Mixing - Penempatan EQ Sebelum atau Sesudah Compressor, Mana yang Benar?Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan GateBelajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation), Belajar Mixing Audio kali ini Tim Fisella bakal ngebagiin tips dalam belajar mixing audio.

Kamis, 05 Agustus 2021

Kapok Menjemur Biola, Ternyata...

Kapok Menjemur Biola, Ternyata... - Gita Seisoria - Blog Fisella
                                                       

Panas yang dihasilkan oleh sinar matahari memang memiliki beberapa manfaat yang bahkan sangat membantu dimasa pandemi seperti ini. Dengan berjemur, kabarnya dapat menambah Vitamin D serta membantu sel-sel kekebalan tubuh lebih aktif melawan benda asing yang masuk ke tubuh termasuk virus corona ( dilansir dari kompas.com ) . Saya sempat terlintas apakah benar panas yang dihasilkan oleh sinar matahari juga memberikan manfaat bagi biola saya. Karena saya sempat mendengar tips tersebut dengan menyarankan menjemur biola dengan rutin.

Senin, 02 Agustus 2021

Sudah Rajin Latihan Piano Tapi kok Gini-gini Aja?

 

Sebagai pemain piano, latihan adalah suatu rutinitas yang wajib dilakukan. Seperti pisau yang perlu diasah agar semakin tajam, begitu juga dengan kemampuan dalam bermusik. Setiap orang memiliki durasi latihan masing-masing, ada yang 1 jam sehari, 5 jam sehari, dan bahkan ada lho yang 8 jam sehari! Kalau kamu sudah rajin latihan tapi merasa tidak berkembang dan stuck disitu-situ aja, jangan-jangan ada yang salah dengan cara latihanmu. Sebenarnya gimana sih cara latihan piano yang efektif? Yuk kita bahas!

Jumat, 25 Juni 2021

Pentingnya Referensi dalam Mixing-Mastering

Pentingnya Referensi dalam Mixing-Mastering peter de vries guitar fisella
 
Pembicaraan tentang mixing dan mastering sepertinya tidak akan selesai untuk dibahas dalam semalam. Jika kemarin saya sudah membahas teknis-teknis dasar dalam belajar mixing mastering pada artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan GateBelajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation)Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer, dan Pengertian Sample Rate dan Bit Depth dalam Perekaman Audio Digital, kali ini saya hanya akan memberikan sebuah tips mixing-mastering berupa opini yang patut dipertimbangkan. Topik kali ini tentang sepenting apakah referensi dalam kegiatan mixing-mastering.

Kamis, 17 Juni 2021

Violin “Skincare” : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari


Violin " Skincare " : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari - Gita Seisoria - Blog Fisella


Aloha sahabat fisella, kalian tentunya sudah tidak asing dengan istilah “skincare”. Tidak hanya kamu dan saya yang memerlukan serangkaian skincare untuk merawat wajah supaya terhindar dari berbagai macam masalah kulit mulai dari jerawat,kerutan dan sejenisnya, biola juga punya “skincare” mereka sendiri loh, supaya terhindar dari masalah lapisan kayu yang mengelupas misalnya sampai lem kayu yang lepas dan masih ada beberapa masalah lainnya. Simak serangkaian violin “skincare” berikut ini ya supaya alatmu glowing ;

Violin " Skincare " : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari - Gita Seisoria - Blog Fisella


  • “Keringatmu Musuhku”. 
Anggap saja kalimat di atas merupakan pernyataan biola kepada para pemiliknya. Keringat memiliki kandungan garam (natrium) yang memungkinkan merusak bagian tertentu pada biola jika penanganannya tidak tepat. Bagian yang sering terkontaminasi keringat seperti chinrest, tailpiece, fingerboard ( pada body biola ) ; screw, pad, frog, hair bow ( bagian bow biola ). Oleh karena itu, sangat dianjurkan membersihkannya dengan kain lap yang lembut setelah menggunakan instrumen kalian baik biola maupun instrumen lain yang bahan dasarnya didominasi oleh kayu. Karena jika tidak dibiasakan, keringat justru akan mengurangi umur instrumen karena lem yang lepas sampai senar mengelupas yang berujung merusak lapisan fingerboard. Di sisi lain hal ini juga mempertimbangkan dari segi kebersihan instrumen supaya nantinya tidak malah mengiritasi leher pemain biola.

Violin " Skincare " : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari - Gita Seisoria - Blog Fisella


  • Debu Rosin 
Musuh biola selanjutnya adalah debu rosin. Rosin merupakan salah satu perlengkapan yang penting bagi violinist. Andaikan saja debu ini adalah debu atau polusi kendaraan yang menumpuk di wajah kita dan menimbulkan jerawat. Hal ini sama halnya dengan debu rosin yang menempel pada tubuh biola maupun bow. Karena sifat rosin yang lengket, debu yang dihasilkan pada saat memainkan instrumen akan menempel di lapisan kayu biola khususnya area bridge dan stick bow. Jika dibiarkan dan jarang dibersihkan, debu tersebut akan menumpuk dengan warna yang lebih gelap dan terlihat kotor. Beberapa pemain menyarankan untuk membersihkannya dengan violin polish. Solusi lain seperti menggunakan minyak telon bisa menjadi alternatif. Diamkan minyak di bagian tertentu kemudian lap dengan lembut, seketika debu akan bersih. 
*Catatan 
¹jangan menggosok debu biola dengan paksa karena akan merusak lapisan kayu biola.
²jangan memberikan rosin terlalu banyak pada hair bow karena justru akan mempercepat rontoknya hair bow

Violin " Skincare " : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari - Gita Seisoria - Blog Fisella


  • Letakkan biola pada suhu ruangan yang stabil
Jika cuaca sedang tidak stabil seperti terlalu panas atau terlalu dingin, pastikan biola berada di ruangan yang hangat atau suhu ruangan yang stabil. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pemuaian yang sering terjadi jika biola dibawa ke dalam ruangan dengan suhu yang mendadak berbeda. Sebagai contoh saya pernah suatu waktu mengeluarkan biola di suhu ruangan ber-AC yang memang cukup dingin. Biola yang sebelumnya berada di dalam case dengan suhu hangat secara tiba-tiba semua senar kendor. Contoh lainnya yaitu cuaca sedang panas dan biola saya pun tiba-tiba kendor atau bahkan putus. Oleh sebab itu pastikan biolamu nyaman dengan lingkungannya ya.

Violin " Skincare " : Cintai Alatmu, Ingat Dia Tiap Hari - Gita Seisoria - Blog Fisella


  • Alat Juga Butuh Istirahat
Biolamu juga butuh istirahat sama seperti kita. Jika sudah selesai digunakan letakkan instrumenmu di tempat yang aman atau bisa dimasukkan ke dalam case. Memang tidak perlu mengendorkan semua senar, biola cukup dengan mengendorkan hair bow dan melepas shoulder rest ( jika menggunakan ). Mengendorkan hair bow berfungsi agar stick bow tidak mudah bengkok. Hal ini terjadi pada bow saya sebelumnya ditambah hair bow menjadi lebih sering rontok karena saya jarang memperhatikan hal – hal kecil seperti itu. Oleh karena itu coba pahami instrumenmu dan sayangi mereka seperti menyayangi diri kalian sendiri ya!


Minggu, 30 Mei 2021

Mau belajar lagu Jazz standard apakah harus pakai Real Book?

 



Mungkin kita pernah bertanya “lagu jazz standard itu yang mana si? Apakah lagu-lagu sekarang yang terdengar jazz , itu adalah jazz standard?” jawabannya adalah, lagu jazz standard itu sendiri biasanya mengacu kepada lagu populer, soundtrack film, dance music, broadway music yang di tulis sebelum tahun 1940an dan sering dimainkan oleh musisi jazz dengan versi progresi chord yang baru, dan karena itu juga ada sebuah buku yang berisikan kumpulan lagu  yang biasa digunakan acuan untuk bermain musik jazz standard yang ada di club jazz atau di tempat jam session, ya buku itu adalah real book.

Real book adalah buku kumpulan lagu untuk jazz standard, yang awal mulanya di buat oleh mahasiswa Berklee College of Music di tahun 1970an,yang sebenarnya dibuat secara ilegal karena tidak ada perizinan kepada pihak pembuat lagu, nama real book berasal dari buku sebelumnya yaitu fake book, yang dinamakan demikian karena hanya berisi garis besar potongan musik/tema lagu secara kasar, tidak ada intro, tidak ada outro dan aransemen, kata “fake” ini maksudnya supaya musisi medapatkan informasi dasar dari buku itu lalu “fake it” atau memalsukannya yang artinya memainkan dengan versinya sendiri.



Gambar tersebut adalah salah satu contoh lagu dari real book berjudul Someday My Prince Will Come, lagu ini sangat terkenal karena lagu ini adalah salah satu lagu dari soundtrack film Snow White and the Seven Dwarfs (1937), tentu awalnya ini bukan lagu jazz, lalu para musisi jazz yaitu Miles Davis, Bill Evans, Oscar Peterson mengenalkan lagu ini kembali dengan idiom jazz, progresi jazz, dan mengaransemen ulang.

Untuk belajar lagu jazz standard pendekatannya akan berbeda dengan belajar lagu klasik atau yang lain, karena untuk memainkan lagu jazz standard tidak bisa mengandalkan sheet music atau real book sepenuhnya, saran saya untuk mempelajari lagu jazz standard adalah mencari refrensi minimal 3 versi, yang pertama versi aslinya  untuk mendapatkan mood lagunya seperti apa, apa yang di sampaikan dalam liriknya (jika lagu vokal), lalu 2 versi yang terkenal  yang dibawakan oleh musisi jazz yang mempopulerkan lagi lagu tersebut. Setelah kita sudah familiar dengan lagu jazz standard tersebut, kita mencoba untuk mengulik dan mencari chord progresion di lagu tersebut, lalu kita bisa mencocokannya dengan versi real book untuk perbandingan, yang terakhir dengan kita sudah memiliki banyak versi dan “informasi” dari lagu tersebut, dari melodi, dan pergerakan chordnya , kita bisa mencoba bermain dengan versi kita sendiri. Jadi belajar lagu jazz standard apakah harus pakai real book? Menurut saya perlu karena memang yang di anggap lagu jazz standard itu lagu yang mengacu kepada real book, meskipun real book tidak bisa di percaya 100% di dalamnya, namun banyak “informasi”  penting yang bisa kita dapatkan dari lagu tersebut di dalam real book.

Berikut adalah link untuk mendownload real book Download Real Book Gratis


Refrensi:
https://officialrealbook.com

Picture by @ucaslexander Unpash


Kamis, 27 Mei 2021

Mitos atau Fakta : “Si Pensil Penolong Senar"

Mitos atau Fakta : " Si Pensil Penolong Senar " - Gita Seisoria - Blog Fisella


Senar merupakan perangkat penting biola yang terdiri dari senar G-D-A-E. Empat senar ini memiliki ketebalan yang berbeda-beda dimulai dari senar G yang paling tebal hingga senar E yang paling tipis. Sedangkan diameter setiap senar tergantung jenis bahan yang digunakan oleh setiap merek serta jenis suara yang akan dihasilkan misalnya senar dengan karakter light tentu berbeda ukurannya dengan yang memiliki karakter medium dan heavy. Tentu semakin tipis senar, resiko putus juga semakin besar karena senar E cenderung lebih tajam dan sering lebih dulu terkelupas karena adanya gesekan dengan permukaan biola terutama pada bagian nut dan bridge. Beberapa merek senar biola memberikan solusi terhadap permasalahan ini dengan menyediakan lapisan plastik khusus di senar E untuk mengurangi gesekan. Namun, di sisi lain ada solusi unik yang ternyata juga bisa kalian coba jika lapisan plastik bawaan senar tidak tersedia atau hilang. Kalian bisa mencoba menggunakan pensil. Iya kalian tidak salah membaca, memang pensil. Mulanya saya berpikir bahwa ini hanyalah lelucon atau ide seseorang yang belum tentu kebenarannya. Tetapi yang menarik adalah cara ini sedikit banyak berpengaruh pada biola baru saya. Banyak sekali kendala biola baru termasuk senar yang sering putus. Sehingga salah satu teman saya merekomendasikan cara ini dan saya coba untuk menurutinya.
Cara mengaplikasikannya pun cukup mudah. Pertama, lepas senar terlebih dahulu dan bersihkan bagian nut atau bridge. Saya memilih menggoreskannya di bagian nut supaya lebih mudah dibersihkan. Langkah selanjutnya goreskan atau coretkan pensil di bagian yang kalian inginkan. Dengan catatan tidak perlu terlalu banyak saat menggoreskannya. Kemudian pasang kembali senar. Mudah bukan? Beberapa minggu setelah pemakaian saya sadar pengaruh dari pensil ini. Senar E yang tadinya belum sampai sebulan saya pakai sudah putus justru lebih awet setelah digoreskan pensil. Berhubung saya masih penasaran, saya coba menanyakan hal tersebut kepada salah satu luthier asal Yogyakarta. Beliau memang sudah beberapa kali memperbaiki biola saya dan paham betul tentang instrumen gesek salah satunya biola. Saya sempat bertanya kepada beliau, 
Q : "Pak apakah benar menggunakan pensil pada nut dan bridge biola bisa mengurangi resiko senar yang sering putus dan alasannya kenapa ya pak?”,
A :“Sebenarnya, inti penggunaan pensil ini bisa membantu permukaan nut atau bridge supaya lebih licin dan senar tidak mudah terkelupas” tuturnya. 
Hal ini kemudian menjadi penyebab mengapa saya ingin membagikan pengalaman ini kepada teman-teman. Namun, pensil ini merupakan solusi sementara ya, teman-teman. Andaikata teman-teman ingin memperbaikinya lebih detail bisa dibawa ke ahlinya seperti luthier yang bisa membantu biola kalian agar bridge atau nutnya bisa disesuaikan supaya tidak terlalu tajam atau cekung. 

Jumat, 21 Mei 2021

Belajar Audio Mixing - Penempatan EQ Sebelum atau Sesudah Compressor, Mana yang Benar?

 

Belajar Audio Mixing - EQ sebelum atau sesudah Compressor, Mana yang Benar

Sebagaimana kita tahu, Equalizer dan Compressor merupakan tools yang sangat berguna bagi penata suara untuk membuat audio dalam lagu tercampur dengan baik. Pembahasan keduanya sudah saya bahas pada artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer dan Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan Gate Dalam penataan suara sering muncul pertanyaan kontroversi tentang penempatan kedua tools ini. Mana yang benar, EQ dahulu atau Compressor dahulu? Mari kita bahas secara singkat dan terperinci.

Jumat, 14 Mei 2021

Belajar Mixing Audio - Mengenal Audio Dynamic Processing, Compressor, dan Gate

 

Belajar Mixing Audio - Audio Dynamic Processing dan Mengenal Dynamic Compressor Fisella Music Peter de vries Guitar

Setelah kita mengenal Frequency Range dan EQ dalam artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer dan mempelajari Time Based Processing di artikel Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation), berikutnya kita akan membahas tentang dinamika. Audio Dynamic Processing merupakan sebuah aspek yang terpisah dan penting untuk dipahami. Maka dari itu di artikel kali ini Tim Fisella akan membahas secara mendetail.

Kamis, 13 Mei 2021

Sudah Latihan Hari Ini?

 

Sudah Latihan Hari Ini? - Gita Seisoria - Blog Fisella



Jika salah satu dari teman-teman merupakan pemain musik atau sedang belajar musik tentu tidak lepas dari kegiatan latihan dong. Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor misalnya keinginan untuk bisa memainkan sebuah karya atau punya harapan bisa tampil baik pada suatu acara. Berbagai macam metode latihan teman – teman lakukan sebagai upaya pengembangan keterampilan. Tetapi, proses latihan ternyata perlu ada manajemen lain agar nantinya latihan yang dilakukan bisa lebih efektif dan efisien. Pernah mendengar kalimat, “Latihan minimal delapan jam sehari”? Yuk, langsung kita bahas aja ya,

Atasi Rasa Bosan Dengan Ini

Bicara soal kalimat “Latihan minimal delapan jam sehari”, menurut saya patokan tersebut hanyalah sebagai gambaran secara umum. Seperti contohnya proses ­pemanasan (warm-up) di biola dengan nada panjang atau longnote dengan tujuan menstabilkan otot motorik pada tangan kanan sekaligus membentuk warna suara biola. Kegiatan ini biasa saya lakukan sebelum latihan etude atau sebelum memainkan sebuah karya. Ada yang warm-up ­kurang dari lima menit ada pula yang lebih. Memang tidak ada patokan waktu yang khusus untuk proses ini. Namun, kebetulan saya menggunakan metode minimal lima - sepuluh menit per-senar artinya saya hampir sekitar empat puluh menit hanya untuk pemanasan. Tentunya hal ini cukup membosankan baik bagi saya maupun tetangga kos yang juga ikut mendengarkan suara biola saya. Oleh karena itu saya berusaha pada pemanasan ini untuk mengkombinasikan longnote dengan mempelajari teknik lain seperti teknik vibrato, staccato, legato baik open string atau dengan tangga nada mayor dan minor. Sesekali saya juga menggunakan beat metronom yang bervariasi. Misalnya dengan beat swing, groove atau blues yang sudah disediakan di aplikasi. Sehingga proses latihan tetap fokus dan tentunya tidak terlalu membosankan.

Resep Tabel Latihan

Ohiya teman-teman, kalau soal manajemen waktunya kalian bisa kontrol pakai timer dan tabel latihan loh. Cara ini banyak direkomendasikan dari pemusik hebat lainnya seperti pianist favorit saya Riyandi Kusuma, dia membagikan tips tabel latihan di akun instagramnya dan beberapa hari ini sudah saya coba untuk mengaplikasikannya dan alhasil sangat membantu untuk mencapai target yang kita butuhkan. Selain itu saya juga mengadaptasi cara latihan baik dari guru privat, guru dan dosen serta perbincangan singkat dengan violinist Anastasia Mazurok bahwa dibalik proses latihan yang terkesan “membosankan” ini ada maksud dan tujuannya. Selain menstabilkan tangan kanan atau bowing pemain biola, pemanasan dengan longnote maupun tangga nada atau etude juga bisa membantu membentuk warna suara biola, melatih ketepatan nada dan memaksimalkan teknik tangan kanan dan kiri lainnya. Sehingga karakter suara dari pemanasan yang benar bisa membiasakan kita untuk menggesek biola dengan tepat.

Efek Samping Tidak Latihan

Karena kita sedang berurusan dengan otot motorik, pasti ada sedikit efek sampingnya jika tidak latihan. Entah vakum seminggu atau bahkan berbulan-bulan. Hal yang paling sering dikeluhkan adalah rasa kaku dan pegal walaupun baru latihan beberapa menit. Hal ini tentu lumrah karena otot tangan kita tidak pernah dilatih. Saya pernah mengalami hal serupa dan parahnya hal ini terjadi saat ujian biola. Karena jarang sekali latihan, ditengah ujian tangan kanan tiba-tiba tremol atau biasa diplesetkan sebagai vibra right-hand, yaa mau tidak mau efek samping ini harus bisa saya atasi sebagai konsekuensinya. Sama halnya dari segi produksi suara biola, saya diarahkan untuk sesekali bawa biola ke luar ruangan supaya suara biola tidak mendem / mlempem. Hal ini pernah terjadi juga pada biola saya dan setelah dicoba untuk dimainkan di luar ruangan serta digesek dengan benar suara biola yang tadinya cempreng dan mendem lama – kelamaan menjadi lebih warm.

Jadi, jangan keburu bosan dulu ya selama latihan. Nikmati prosesnya dan Keep Practicing.

Photo by : https://pin.it/5ni4mFW


Minggu, 09 Mei 2021

Mengiringi Gitar Secara Spontan? Siapa Takut!


Setiap orang mempunyai beragam goal atau tujuan dalam bermain musik khususnya gitar, salah satu goal saya waktu awal bermain gitar, ialah dapat mengiringi lagu dengan permainan gitar saya secara spontan, tidak berpaku kepada buku chord atau mencari chord di internet, bahkan dapat mengiringi lagu yang belum pernah di dengar dan di mainkan sebelumnya, untuk mencapai goal tersebut di butuhkan musikalitas yang baik, banyak mendengar lagu, latihan ear training/solfegio, tidak hanya itu, namun juga harus di lengkapi oleh teori musik, tentunya setiap orang punya metode dan tips yang berbeda beda, berikut adalah tips dan latihan versi saya:

Jumat, 07 Mei 2021

Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation)

Belajar Mixing Audio - Mengenal Dimension & Time Based Processing (Delay, Reverb, Modulation) fisella music blog fisella peter de vries guitar .jpg


Setelah belajar tentang Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer pada artikel sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang dimension & rime based processing dalam proses mixing. Saya yakin rekan-rekan tidak begitu awam jika mendengar tentang istilah reverb, delay, dan modulation. Ketiga hal yang telah saya sebutkan tadi merupakan pembahasan mengenai dimension & time based processing. Mari kita bahas secara mendetail.

Kamis, 06 Mei 2021

"Ada Harga Ada Rupa" , Hati-Hati Pilih Biola

 
Gita Seisoria Ada Harga Ada Rupa Hati-Hati Pilih Biola

Dunia musik tentu sudah tidak asing lagi dengan instrumen biola / violin. Instrumen gesek ini merupakan alat musik yang memerlukan ketelatenan dalam beberapa aspek. Baik dari segi cara memainkannya, merawat, hingga pemilihan biola itu sendiri. Dalam pembahasan kali ini saya akan membagikan tentang hal-hal yang perlu teman-teman perhatikan sebelum memilih atau membeli biola. Topik ini berangkat dari beberapa pertanyaan dari rekan dan bahkan saya sendiri beberapa tahun yang lalu saat masih pertama kali belajar biola. Saya baru sadar bahwa penting sekali pemilihan biola yang tepat dan sesuai untuk mendukung performa violinist. Rekan saya pernah iseng bertanya, “eh biolamu harganya berapa, katanya kalo mau dapet yang bagus mahal ya harganya?”. Pertanyaan tersebut membuat saya flashback dengan keadaan dulu sebelum saya tahu bahwa belum tentu biola mahal bisa menjamin kualitas suara yang kalian inginkan. Memang biola-biola buatan luthier ternama harganya mahal karena mereka asli buatan tangan (handmade). Tapi apa jadinya jika nama luthier itu ternyata palsu dan malah temen-temen habis banyak hanya untuk fitting-up biola karena kalian ternyata kurang suka sama suaranya atau muncul masalah yang lain setelah baru beberapa minggu digunakan. Jangan khawatir berikut ini ada beberapa langkah yang bisa kalian persiapkan biar engga kapok, berikut penjelasannya;

Jumat, 30 April 2021

Belajar Mixing Audio - Mengenal Frequency Range dan Equalizer

Belajar Mixing Audio - Frequency Range dan Mengenal Equalizer peter de vries guitar fisella music production

Siapa yang tidak mengenal Mixing-Mastering, sebuah istilah yang seolah melekat dengan para musisi, terlebih pada profesi audio engineer. Penjelasan tentang Mixing-Mastering pernah saya bahas sebelumnya pada artikel Pahami Perbedaan Mixing dan Mastering bagi Pemula - PETER DE VRIES GUITAR. Dalam kegiatan mixing-mastering terdapat beberapa proses yang kompleks dan detail untuk dipahami, salah satunya adalah pembahasan tentang frequency range (rentang frekuensi) dan tools untuk mengolah frekuensi yang disebut Equalizer. Pemahaman tentang rentang frekuensi yang terbagi atas beberapa segmen merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat rasional dan empiris, keduanya saling berkaitan sehingga selain menggunakan teori dasar, pengalaman mendengar karya musik adalah kunci bagaimana seorang audio engineer memahami perbedaan frekuensi dengan menggunakan indera pendengaran.

Jumat, 09 April 2021

Kuasai 4 Kemampuan ini untuk Menjadi Produser Musik "Kamar" Berkualitas

  

Les FL Studio Kursus FL Studio Belajar FL Studio Kursus Mixing Mastering

Sebagai pecinta musik siapa yang tak ingin memiliki karya sendiri, merekamnya secara profesional, mempublikasikannya, dikenal banyak orang, bahkan bisa menghasilkan uang dengan karya-karya yang telah dibuat. Banyak yang mengira bahwa produksi musik hanya bisa dilakukan di studio profesional, namun dengan kemajuan teknologi saat ini, kita justru dimudahkan untuk merancang musik kita dari kamar dengan gadget yang kita miliki. Pandangan ini tidak hanya sebagai isapan jempol belaka karena sudah banyak produser musik yang berangkat dari kamar untuk menciptakan karya besarnya. Lalu apa saja kemampuan yang perlu dipelajari untuk menjadi produser musik "kamar"? Tim Fisella memberikan tips 4 kemampuan yang wajib kalian kuasai untuk menjadi produser musik kamar yang berkualitas

Rabu, 31 Maret 2021

Persiapkan Hal Ini Sebelum Menjadi Gitaris Klasik!

 


Mungkin beberapa dari teman-teman sudah tidak asing lagi dengan instrumen gitar klasik. Yup! Jenis gitar yang lebih banyak memainkan perpaduan melodi dari pada sekedar ‘genjrengan’ akor untuk mengiringi seseorang bernyanyi.

Pernahkah teman-teman melihat seseorang memainkan gitar klasik? Apa yang terlintas di pikiran teman-teman saat melihat gitaris klasik memainkan instrumentnya?

Postur tubuh dengan duduk yang tegap sambil memainkan gitar dengan posisi gitar yang diagonal membuat banyak penampilan gitaris klasik terlihat elegan dan berbeda dengan gitaris-gitaris lainnya yang sering kita lihat pada sebuah band.

Di Indonesia, ketertarikan masyarakat belum banyak pada jenis instrumen gitar klasik. Lalu bagaimana dengan teman-teman sendiri? Maukah teman-teman menjadi salah satu gitaris klasik di Indonesia dan menjadi gitaris dengan selera yang berbeda di mata masyarakat yang awam musik klasik? Jika ya, langsung saja simak, hal-hal yang perlu teman-teman miliki dan persiapkan untuk menjadi gitaris klasik!

1. Gitar Klasik!

Ya tentu saja untuk menjadi gitaris klasik teman-teman harus memiliki gitar klasik. Terkadang masih banyak dari kita yang belum mengetahui perbedaan gitar klasik dengan jenis gitar lainnya. Simak gambar berikut!

Gambar: Instagram @fisellamusiccourse

2. Foot Stool atau Guitar Rest/Guitar Side

Berbeda dengan jenis gitar lainnya, saat memainkan gitar klasik kita perlu alat bantu seperti Foot Stool atau Guitar Rest/Guitar Side.

Foot Stool digunakan pada kaki kiri. Foot Stool di injak dan dijadikan tumpuan dengan tujuan agar kaki dapat terangkat untuk menopang gitar. Lihat gambar dibawah ini!

 Gambar: https://www.thisisclassicalguitar.com/


Selain Foot Stool, Guitar Rest (sebelah kiri) juga menjadi alat bantu menopang gitar. Berbeda dengan sebelumnya, biasanya guitar rest bertumpu pada bagian bawah gitar yang akan dijadikan tumpuan dan sisi lainnya bertumpu pada paha kaki kiri. Mirip seperti guitar rest, Guitar Side (sebelah kanan) sisinya bertumpu pada paha kaki kiri namun sisi lainnya dilekatkan dibagian belakang gitar. Perhatikan gambar berikut!

Gambar: https://www.thisisclassicalguitar.com/ , instagram @valerio_gitar


3. Bisa Membaca Notasi Balok

Sebagai pemain gitar klasik tentu saja teman-teman harus mengusai notasi balok. Mengapa? Karena jenis instrument ini lebih sering terhubung dengan partitur (lembaran lagu yang ditulis dengan notasi balok). Hampir semua lagu yang dimainkan oleh gitaris klasik dunia ditulis dengan notasi balok. Tidak hanya lagu-lagunya saja, teknik - teknik bermain gitar klasik juga ditulis dengan notasi balok. Lalu bagaimana cara membaca notasi balok? Simak penjelasannya dalam artikel “5 Hal yang Harus Kalian Ketahui Sebelum Membaca dan Menulis Notasi Balok!”

4. Menguasai Teknik-Teknik Bermain Gitar Klasik

Untuk menjadi gitaris klasik dengan skill yang hebat, sangat perlu untuk teman-teman menguasai teknik-teknik bermain gitar klasik. Hal ini bertujuan agar setiap repertoire (lagu-lagu) yang teman-teman ingin mainkan terasa jauh lebih mudah. Namun sebelum menguasai teknik-tekniknya, teman-teman juga harus memperhatikan bagaimana bentuk kuku yang baik dan benar untuk menghasilkan tone yang indah, dan bagaimana posisi badan dan tangan yang benar saat memetik gitar.

Sebelumnya saya sudah pernah bahas bentuk kuku, posisi duduk, dan posisi tangan kiri yang benar dalam artikel “jangan lakukan hal ini pada gitar klasik”. Untuk penjelasannya teman-teman dapat membacanya disini.

Setelah menerapkan hal diatas, teman-teman sudah bisa mulai mempelajari sedikit demi sedikit teknik – teknik dasar dalam bermain gitar klasik. Apa saja teknik dasar bermain gitar klasik? Baca penjelasannya dalam artikel “Mengenal Teknik Dasar Bermain Gitar Klasik”

5. Waktu Untuk Terus Berlatih!

Setelah memiliki dan mempersiapkan ke-empat hal diatas, tanpa memiliki waktu untuk latihan sama saja dengan "Nol Besar" alias teman-teman tidak bisa menjadi gitaris klasik.

Untuk memaksimalkan proses teman-teman menjadi pemain gitar klasik, tentu saja harus terus diiringi dengan latihan.

It’s better to exercise 1 hour daily than 7 hours once per week”- Emilio Pujol (Spanish Classical Guitarist)

Jumat, 19 Maret 2021

Skill Tambahan yang Sebaiknya Dimiliki Seorang Penata Suara

 

Sklill Tambahan yang Sebaiknya Dimiliki Penata Suara

Berbicara tentang penata suara biasanya tidak lepas dari istilah Mixing-Mastering (baca Pahami Perbedaan Mixing dan Mastering bagi Pemula), sebuah kegiatan "re-touch" pasca perekaman yang dilakukan oleh penata suara untuk membuat audio menjadi lebih baik dan layak untuk didengarkan. Pekerjaan Mixing-Mastering yang melibatkan berbagai proses filtering, compressing, dan sebagainya dapat dikategorikan sebagai core/main job atau pekerjaan utama, namun ada beberapa skill tambahan yang sebaiknya dikuasai oleh penata suara untuk menunjang kegiatan penataan suara. Berikut adalah pembahasannya versi Tim Fisella.

Tips

Komposisi Musik

Guitar Presets